Sejak dahulu Liga Indonesia menjadi daya tarik bagi pemain asing, kebanyakan pemain berasal dari Amerika Latin dan Benua Afrika. Baru sekitar 10 tahun terakhir Liga Indonesia semakin bervariasi dengan pemain asing Asia dan Eropa.
Dalam kurun waktu yang panjang itu pemain asing datang dan pergi. Ada yang bertahan lama, namun ada juga yang tak kerasan dan hanya bertahan singkat di bumi Indonesia.
Umumnya klub-klub Indonesia merekrut pemain asing untuk posisi penyerang, hampir setiap klub Liga Indonesia mempercayakan posisi ujung tombak kepada pemain asing. Maka wajar hingga kini Timnas kerap kesulitan menemukan penyerang berbakat.
Selain penyerang, posisi playmaker juga kerap dipercayakan pada pamain asing. Keberadaan playmaker bisa dikatakan krusial, karena pemain inilah yang mengatur ritme serta menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan.
Dalam perjalanannya Indonesia pernah kedatangan banyak playmaker asing berkualitas, mereka dikenang sebagai pamain dengan visi dan teknik yang bagus.
Seperti dilansir situs bolasport.com (22/11/2017), berikut adalah rangkuman 4 playmaker legendaris yang pernah merumput di Indonesia. Ada yang masih ingat?
1. Julio Lopez
Penyerang asing biasanya bertubuh tinggi besar, namun itu pengecualian bagi Julio Lopez. Dengan tubuh mungilnya, pemain yang biasa dipanggil J-Lo ini tetap mampu memberi ancaman dengan gerakan kilat dan insting golnya.
Mengawali karir di PSIS Semarang pada 2003, Julio Lopez sempat bermain di luar Indonesia. Namun J-LO kembali lagi ke Indonesia untuk melanjutkan karirnya bersama PSIS, Persib, PSM, Persiba, Persisam, Persijap dan terakhir membela tim asal Bogor, Persikabo.
2. Alejandro Tobar
Gelandang asal Chile ini mulai berkarir di Indonesia pada tahun 2003, tim yang pertama dia bela adalah Persib Bandung. Tobar tergolong sukses di musim pertamanya, dimana dia sukses melesakkan 15 gol dari semua laga yang ia mainkan bersama Maung Bandung.
Karirnya berlanjut ke PSMS Medan, disana dia semakin dikenal sebagai playmaker ulung. Bersama Alcidio Fleitas dan Saktiawan, PSMS dibawanya ke babak 8 besar Liga Indonesia tahun 2005.
3. Zah Rahan Krangar
Sekitar tahun 2004 atau 2005 publik sepakbola Indonesia di gegerkan dengan kemunculan pemain asing sarat kualitas, dia adalah playmaker asal Liberia, Zah Rahan Krangar. Zah Rahan membuat Persekabpas menjadi tim yang di takuti.
Penampilan apiknya membuat pemain lincah ini mendapat tawaran dari klub yang lebih besar. Tak butuh waktu lama, Zah Rahan kemudian melanjutkan karirnya di Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.
4. Ronald Fagundez
Lagi-lagi playmaker asal Amerika Latin mengisi daftar ini, kali ini atas nama pria asal Uruguay, Ronald Fagundez. Mengawali karir di PSM Makassar, pemain jangkung ini menemukan performa terbaiknya saat membela Persik Kediri.
Di bantu Cristian Gonzales dan Danilo Fernando, Ronald Fagundez sukses membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Puas bersama Persik, Fagundez kemudian melanjutkan karirnya bersama Persisam dan PSIS Semarang.
5. Javier Roca
Nama yang satu ini mungkin tak asing di kalangan pecinta sepakbola tanah air, Javier Roca sudah melanglang buana sejak 2003. Klub pertamanya adalah PSMS Medan, setelah itu dia nyaris setiap musim berganti klub.
Setelah bermain apik bersama Persitara Jakarta Utara, Javier Roca kemudian menarik minat Persija Jakarta dan bermain di Lebak Bulus pada sekitar tahun 2006-2007. Roca juga pernah menyabet gelar topskor Copa Indonesia pada 2005.
Itulah beberapa playmaker asing terbaik yang pernah merumput di Indonesia, mungkin sahabat UCers punya pendapat lain. Silakan like dan beri tanggapan di kolom komentar ya.
sumber
sumber






No comments:
Post a Comment