Wednesday, February 21, 2018

Timnas Indonesia Mungkin Akan Menjadi Timnas Mancanegara?

Setelah PSSI gencar-gancarnya melakukan naturalisasi pemain hingga akhirnya mereka menjadi lebih ketergantungan dengan para pemain luar yang bermain di Liga Indonesia, kemudian mereka dinaturalisasi dan menjadi bagian dari skuat Merah Putih. Akan tetapi semua itu rasanya percuma karena tidak ada gelar yang berhasil diberikan oleh mereka.


Referensi pihak ketiga
Keranjingan dengan naturalisasi dan seakan melupakan soal pemain pribumi, padahal ada banyak sekali pemain yang berasal dari pribumi yang bisa bermain bagus andai diberikan pelatihan dan fasilitas yang baik. Memang tidak ada yang dipermasalahkan sebenarnya andai Timnas Indonesia terus gencar melakukan naturalisasi, tetapi apa suatu saat keranjingan ini tidak bisa di atasi?

Kita bisa kehilangan identitas andai suatu saat PSSI lebih percaya kepada pemain asing yang dinaturalisasi ketimbang dengan pemain lokal. Memang fenomena ini telah terjadi sejak PSSI ditangani oleh Nurdin Halid. Ketika itu tepat pada tahun 2010, PSSI mulai doyan menaturalisasi pemain asing.

Memang ada tujuan baik sebenarnya dengan maksud dari tujuan awalnya, kehadiran mereka diharapkan mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Namun, pada faktanya hanya sedikit di antara mereka yang kontinu membela Tim Merah-Putih dan selebihnya tidak bisa mendapatkan tempat selain karena sulitnya mendongkrak prestasi Timnas.

Tercatat sudah 15 pemain asing asal Eropa, Afrika, serta Amerika Latin, telah resmi jadi WNI. Mereka, yakni Cristian Gonzales (Uruguay), Greg Nwokolo (Nigeria), Raphael Maitimo (Belanda), Diego Michiels (Belanda), Victor Igbonefo (Nigeria), Sergio van Dijk (Belanda), Bio Paulin (Kamerun), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman), Stefano Lilipaly (Belanda), Tonnie Cussel Lilipaly (Belanda), Ruben Wuarbanaran (Belanda) ;Jhonny van Beukering (Belanda), Ezra Walian (Belanda), Guy Junior (Kamerun), serta Illija Spasojevic (Montenegro) dilansir dari Bola.com (21/2/2018).

Total ini mungkin akan bertambah seiring dengan keinginan seorang super Simic untuk menjadi bagian dari Indonesia. Kabarnya dia sudah membuka hati untuk bisa masuk bagian pasukan Merah Putih di masa depan. Memang secara sepintas jika Simic masuk dalam rencana PSSI dia akan sedikit menyelamatkan tumpunya lini depan Timnas Indonesia, akan tetapi perlukah hal ini di lakukan dan tidak kita antisipasi dengan bibit dan talenta dalam negeri dulu?

Marko Simic memang sudah membuka diri untuk dinaturalisasi, top scorer Piala Presiden 2018 dengan 11 gol itu tidak menolak andaikan PSSI membutuhkannya untuk timnas Indonesia. Dan tentu jika Simic sudah masuk dalam naturalisasi Timnas Indonesia itu artinya pasukan skuat garuda dengan isi pemain naturalisasi sudah berjumlah 16 orang termasu SImic andai di naturalisasi.

Kedengarannya cukup mengerikan dan mungkin jika ini jalan terbaik untuk mendongkrak prestasi besar kemungkinan mayoritas pemain naturalisasi akan lebih dominan ketimbang pemain lokal, identitas keaslian pribumi akan sedikit dipertanyakan. Ini Timnas Indonesia atau Timnas Mancanegara karena sebagian pemainnnya dihuni orang luar.


Referensi pihak ketiga
Menurut Spaso, jika Simic masuk timnas Indonesia dia bisa memberikan banyak bantuan soal lini depan, mungkin juga bisa berduet dengannya. "Ya, kehadiran Simic sangat bagus. Dia cepat beradaptasi. Saya ikut senang. Semoga lebih banyak lagi pemain bagus di Liga Indonesia," ujar Spaso

Tetapi Spaso jangan senang dulu, tugas berat sudah menantinya yaitu ia harus turut andil bagian dalam Asean Games 2018 mendatang, setidaknya memberikan indonesia medali Emas dalam ajang tersebut. Memang Pemain berusia 30 tahun itu digadang-gadang bakal mengisi satu slot pemain senior timnas U-23 pada Asian Games 2018.


sumber

No comments:

Post a Comment