Showing posts with label MOTO GP. Show all posts
Showing posts with label MOTO GP. Show all posts

Sunday, April 15, 2018

Hukuman Marquez Berubah! Sebenarnya Penalti Ride Through, Kenapa Jadi Penalti 30 Detik?

Race Director MotoGP, Mike Webb mengungkapkan fakta bahwa sempat ada perubahan hukuman yang diterima Marc Marquez atas insidennya dengan Valentino Rossi. Sebenarnya hukuman untuk The Baby Alien adalah Ride Through Penalty, namun berubah menjadi penalti 30 detik. Kenapa?
Seperti yang dilansir Bolasport.com, Mike Webb menceritakan tentang hukuman yang diterima Marquez saat melakoni balapan di MotoGP Argentina 2018. Ketika itu Marquez mendapatkan sanksi penalti ride-through, penalti turun satu posisi, ditambah penalti 30 detik.
Hukuman pertama didapat karena Marquez tidak start dari pitlane setelah motornya mati. Kemudian hukuman kedua dan ketiga dijatuhkan pada Marquez karena melakukan manuver agresif yang membahayakan rider lain.
Hanya saja Mike Webb menjelaskan jika hukuman ketiga yang dijatuhkan untuk Marquez, sebenarnya penalti ride-through bukannya penalti 30 detik. Hingga akhirnya Race Direction mengubah bentuk hukuman itu, karena terjadi ketika balapan akan selesai.
“Seperti yang saya katakan bahwa dalam setiap kasus, penalti diberikan sesuai dengan pelanggarannya. Ride-through karena melawan arus saat start, turun satu posisi dan ride-through karena membahayakan pebalap lain hingga berbenturan. Karena pada lap terakhir, tidak mungkin meminta pebalap untuk mengendarai motornya dengan lambat di pitlane” ungkap Mike Webb, seperti yang dilansir Bolasport.com.
Mike Web mengatakan karena insiden dengan Rossi terjadi di lap-lap terakhir, akhirnya Marquez tidak dijatuhkan hukuman untuk kembali masuk pitlane tapi diganti dengan penalti 30 detik. Dengan fakta bahwa hukuman Marquez ternyata sempat mengalami perubahan, bagaimana menurut Anda?

Sama-Sama Agresif! Apa Bedanya Marquez dengan Simoncelli?



Setelah MotoGP Argentina 2018, gaya balap Marc Marquez kembali menjadi sorotan. Pasalnya dalam seri tersebut, rider Spanyol itu dua kali melakukan senggolan yang akhirnya berbuah sanksi. Uniknya aksi Marquez ini langsung mengingatkan pencinta MotoGP pada sosok Marco Simoncelli.

Seperti yang dilansir Detik.com, Simoncelli tewas di Sepang Malaysia tahun 2011 dalam sebuah insiden tragis. Setelah terjatuh dari motornya pada lap kedua, Simoncelli kemudian dihantam rider lain yang berada di belakangnya.

Antara Simoncelli dan Marquez memang bisa dibilang mempunyai gaya balap yang hampir mirip. Sama-sama memiliki agresifitas, keduanya juga sering mendapatkan kritikan dari rider lain di atas aksinya di atas lintasan.

Selain gaya balapnya, sikap yang tidak pantang menyerah hingga lap terakhir adalah satu kesamaan lainnya yang dimiliki Simoncelli dan Marquez. Keberanian keduanya dalam bermanuver di tikungan, menjadi senjata andalan di setiap seri MotoGP.

Hanya saja bedanya dari segi mengatasi kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan di tikungan, Marquez mungkin masih lebih baik dari Simoncelli. Hal itu terbukti di MotoGP 2017 lalu, beberapa kali Marquez sukses menjaga keseimbangan motornya walaupun hampir terjatuh di tikungan.

Sementara itu Simoncelli harus menerima kenyataan pahit yang gagal menjaga keseimbangan motornya, sehingga mengalami kecelakaan di Sepang 2011 silam. Dengan kedua gaya balap rider ini, bagaimana menurut Anda?

Dovizioso Sebut Insiden di MotoGP Argentina Mutlak Kesalahan Marquez



Seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo telah selesai dilaksanakan pada Senin 9 April 2018 dini hari WIB. Meski begitu, drama-drama yang terjadi di balapan tersebut masih terngiang-ngiang di beberapa pembalap dan penikmat MotoGP. Bahkan, pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, ikut mengomentari aksi Marc Marquez (Tim Repsol Honda) yang menjadi pusat perhatian di balapan tersebut.

Di grand prix (GP) Argentina memang diwarnai berbagai drama yang menitik pusatkan ke Marquez. Pasalnya, pembalap berpaspor Spanyol itu, kerap kali membuat masalah saat balapan berlangsung.

Hal pertama yang terjadi adalah ketika motor RC213V milik Marquez mati sesaat sebelum dimulainya balapan. Karena hal itu, pihak penyelenggara MotoGP pun menyuruhnya untuk memulai balapan dari pit lane. Akan tetapi, Marquez tetap ngeyel dan melakukan start dari grid.

Kemudian, pada lap kesembilan, Marquez hampir mengalami insiden dengan rider Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, saat ingin menyalip pembalap tersebut. Beruntung bagi Espargaro karena mampu mengendalikan motornya sehingga hanya membuatnya sedikit melebar dari lintasan.

Titik puncak permasalahan yang dibuat Marquez adalah ketika dirinya menyenggol Valentino Rossi (Movistar Yamaha) saat balapan memasuki lap ke-20. Lantas, akibat senggolan itu, Rossi pun harus terempas dari motornya. Meski begitu, Rossi tetap berhasil mencapai garis finis walaupun berada di urutan ke-19.

Berdasarkan perbuatan Marquez itu, Dovizioso pun menyampaikan pendapatnya. Menurut pembalap Ducati itu, insiden-insiden yang mewarnai balapan di GP Argentina adalah mutlak kesalahan Marquez. Meski begitu, ia tidak ingin menjabarkan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

“Hampir semua yang dilakukan Marc (Marquez) merupakan kesalahan (terkait insiden di GP Argentina). Dia memiliki dua kesempatan untuk mengantisipasi permasalahan yang ada, baik ketika hujan dan saat sudah kering,” ucap Dovizioso, mengutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (12/4/2018).

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, seperti mengapa dia mematikan mesin motor ketika balapan ingin dimulai? Tetapi, semuanya kegilaan yang terjadi selama balapan, berawal dari kesalahannya tersebut,” tutup pembalap berkebangsaan Italia itu.